Now Playing Tracks

Know and understand that there will be challenges and difficult times. Don’t try to avoid them. Welcome them. Gratefully. Cultivate the technique of seeing all problems as opportunities. Opportunities to…be, an decide, Who You Really Are.

Misi : ‘Expert’

Wah, kalau di baca dari judulnya pasti kalian memahaminya sebagai misi yang susah untuk dilakukan. Bukan bro bukan, ini bukan tentang itu. Sumpah! hahaha. Saya kali ini sudah mengumpulkan niat, tekad, dan keyakinan untuk melakukan misi ‘Expert’. Misi ‘Expert’ di sini maksudnya bukan melakukan misi yang susah, tapi saya mempunyai misi untuk menjadi ‘Expert’. Trus ‘Expert’ apa? ‘Expert’ dalam bidang apa? Naaah itu dia yang sedang menjadi pertanyaan saya juga.

 

Saya sering berdecak kagum sekaligus iri ketika mendengar nama seseorang yang langsung bisa kita ketahui karena ke-‘Expert’-an dia dalam sesuatu bidang. Misal nih ada percakapan yang bunyinya gini.

A  : Heh, lu tau Agnes Monica ga?

B  : Iya, tau, dia yang jago nyanyi itu kan? Jago dance pula! Keren ya dia. Sekarang udah mulai go internasional.

 

Atau mungkin percakapan yang lingkupnya lebih kecil seperti ini,

 

A  : Hei bro, lu masih inget si Bedu kan? dia kemaren jadi MVP liga basket ‘kampung’ loh.

B  : Wah masa? Iya tuh dia memang jago banget main basketnya. Teknik dan skill-nya oke banget!

 

Ya. Agnes si Jago Nyanyi sambil Dance! Dia terkenal banget kan? Terus Bedu si jago basket tingkat kampung (ga tau deh bedu siapa dan dari kampung mana). Mereka ‘oke banget’ karena mereka bisa menemukan bakat mereka dan ngasah bakat itu sampai ke tingkat ‘Expert’.

 

Nah sekarang saya ini sedang membayangkan ada orang yang mengajukan pertanyaan seperti ini kepada temannya ‘Eh bro, lu tau Kristian gak?’. Kalau saya tidak pernah kontak ataupun sekali atau dua kali, pasti orang itu bakal menjawab, “Enggak” dan yang saya agak kesal malah muncul pertanyaan selanjutnya “Kristian si, si, si..apa? Christian Ronaldo? Christian Sugiono? Christian Bautista? Christian Bau kelek? Christian bla bla bla bla..”

Bah, Nama saya selalu dan selalu disandingkan dengan orang-orang papan atas. Gak pada tau deh kalau ada Kristian Nasaor di dunia ini. Hanya orang yang benar-benar sering kontak dengan saya yang tau saya. Sedih! Miris! Tragis! hahahaha (ketawa sambil nangis karena lagi ngupas bawang merah)

 

Dulu waktu SMP saya memiliki kecenderungan mudah mempelajari cara memainkan alat musik. Saya dengan cepat menangkap seperti apa akord C pada gitar maupun keyboard, akor D, E minor, F, dan lain-lain. Saya juga cukup mengerti ketukan, irama, groove, dan fill-in pada saat belajar menabuh drum. Saya belajar dengan cepat. Tapi eh tapi, orang tua tidak setuju dengan saya yang bermain musik. Padahal saya sudah membayangkan diri saya menjadi artis musik di SMA tempat saya belajar nantinya. Tapi karena tidak diizinkan maka saya tidak meneruskan lagi hobi saya untuk bermain musik sampai akhirnya saya sendiri malas untuk mengembangkannya. Fix! Saya gagal menjadi musisi tingkat SMA. 

 

Kemudian saya mencoba peruntungan yang lain. Kata mbah Jambrong, saya tidak cocok kerja di air, nanti basah , maka saya mencoba mengasaha kemampuan saya di bidang SAINS. Saat SMA saya mencoba memulai karir di bidang penelitian dan karya ilmiah. Sempat memenangi beberapa lomba tingkat provinsi (padahal cuma 2 lomba) dan peserta lomba tingkat nasional (yang ini untuk jadi peserta aja harus seleksi proposal dulu loh). Tetapi langkah saya kemudian terhenti saat saya lulus dari SMA karena di perguruan tinggi saya tidak lagi mendapatkan teman, tempat, kondisi, sarana, dan prasarana yang mendukung untuk melakukan penelitian dan karya ilmiah lagi. Yap, lagi lagi saya gagal. Kali ini saya gagal menjadi seorang Ilmuan.

 

Saya terus mencoba dan mencoba dan mencoba. Sudah banyak percobaan saya untuk membuat saya menjadi orang yang ‘Expert’ di suatu bidang. Entah itu musik, sains, kerohanian, atau mungkin olahraga (kayanya untuk yang satu ini ga mungkin, saya ga punya fisik yang cukup kuat T.T). Tapi semuanya sia-sia. Saya gagal. Tapi seperti kata pepatah,

Kegagalan adalah kunci kegagalan berikutnya.

eh salah,

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

maka saya tetap optimis untuk terus mencoba. Mencoba menemukan bakat saya. Mencoba menemukan di mana passion hidup saya yang sebenarnya. Mencoba untuk menjadi ‘Expert’ di suatu bidang.

 

MISSION : ‘EXPERT’ »> UNCOMPLETE!

Advice from Somewhere

ONE.

Give  people more than they expect and do it cheerfully.

 

TWO.

Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their conversational skills will be as important as any other.

 

THREE.

Don’t believe all you hear, spend all you have or sleep all you want.

 

FOUR.

When you say, “I love you,” mean it.

 

FIVE.

When you say, “I’m sorry,” look the person in the eye.

 

SIX.

Be engaged at least six months before you get married.

 

SEVEN.

Believe in love at first sight.

 

EIGHT.

Never laugh at anyone’s dreams. People who don’t have dreams don’t have much.

 

NINE.

Love deeply and passionately. You might get hurt but it’s the only way to live life completely.

 

TEN.

In disagreements, fight fairly. Please No name calling.

 

ELEVEN.

Don’t judge people by their relatives.

 

TWELVE.

Talk slowly but think quickly.

 

THIRTEEN.

When someone asks you a question you don’t want to answer, smile and ask, “Why do you want to know?”

 

FOURTEEN.

Remember that great love and great achievements involve great risk.

 

FIFTEEN.

Say “bless you” when you hear someone sneeze.

 

SIXTEEN.

When you lose, don’t lose the lesson.

 

SEVENTEEN.

Remember the three R’s: 
      Respect for self; 
      Respect for others; 
      Responsibility for all your actions.

 

EIGHTEEN.

Don’t let a little dispute injure a great friendship.

 

NINETEEN.

When you realize you’ve made a mistake, take immediate steps to correct it.

 

TWENTY.

Smile when picking up the phone. The caller will hear it in your voice.

 

TWENTY-ONE.

Spend some time alone.

A History Lesson

Have a history teacher explain this if they can.

Abraham Lincoln was elected to Congress in 
1846.

John F. Kennedy was elected to Congress in 
1946.


Abraham Lincoln was elected President in 1860.

John F. Kennedy was elected President in 1960.



Both were particularly concerned with civil 
rights.

Both wives lost a child while living in the White 
House.



Both Presidents were shot on a Friday.

Both Presidents were shot in the head.



Now it gets really weird.



Lincoln’s secretary was named Kennedy.

Kennedy’s Secretary was named Lincoln.



Both were assassinated by Southerners.

Both were succeeded by Southerners named 
Johnson.



Andrew Johnson, who succeeded Lincoln, was 
born in 1808.

Lyndon Johnson, who succeeded Kennedy, was 
born in 1908.


John Wilkes Booth, who assassinated Lincoln, 
was born in 1839.

Lee Harvey Oswald, who assassinated Kennedy, 
was born in 1939.

Both assassins were known by their three names.

Both names are composed of fifteen letters.



Now hang on to your seat.



Lincoln was shot at the theater named “Ford.”

Kennedy was shot in a car called “Lincoln” made 
by “Ford.”

Booth and Oswald were assassinated before 
their trials.

And here’s the “kicker”:

A week before Lincoln was shot, he was in 
Monroe, Maryland.

A week before Kennedy was shot, he was with 
Marilyn Monroe.

AND……………….:

Lincoln was shot in a theater and the assassin 
ran to a warehouse…

Kennedy was shot from a warehouse and the 
assassin ran to a theater…

To Tumblr, Love Pixel Union